Pelanggan adalah raja. Ungkapan itu tidaklah selalu tepat. Karena ada beberapa pelanggan yang tidak layak dihargai. Bahkan beberapa harus diwaspadai. Soalnya pelanggan tersebut bisa mengganggu bahkan membuat kerugian besar bagi pelanggan.
Di Amerika ada istilah Jaycustomer. Apa itu jaycustomer? Jaycustomer adalah pelanggan yang suka bertindak tanpa berpikir, menggangu, dan menciptakan masalah baik untuk perusahaan, pegawai, maupun pelanggan lain.
Berikut ini tipe pelanggan yang harus diwaspadai :
Pencuri
Yang termasuk tipe ini adalah pelanggan yang suka mencuri atau tidak mau mebayar. terkadang mereka mengaku sudah membayar padahal belum. Tipe ini biasanya suka marah jika dimintai uang dan sering mengkau bahwa mereka sudah membayar. Yang lebih parah dari tipe ini adalah yang benar-benar suka mencuri. Entah mengambil barangd ari supermarket atau mengambil uang di meja teller pada saat teller sedang lengah.
Mencegah lebih baik daripada menangkap basah pelanggan seperti ini. Untuk menjalankan langkah preventif, kita perlu mengetahui terlebih dahulu hal-hal apa yang membuat pelanggan tidak mau membayar baru kemudian membuat sistem yang mencegah mereka melakukan hal negatif.
Pelanggar Aturan
Contohnya suka menyela antrian, merokok di ruangan ber AC atau telat membayar. Beberapa dari mereka adalah tipe ayng memang tidak mengerti aturan, tapi ada banyak juga dari mereka sengaja melakukan sekalipun sudah dilarang.
Bagaimana kita menghadapi para pelanggar aturan tergantung dari aturan mana yang mereka langgar. Hukuman seperti mengusir pelanggan yan merokok bukanlah jalan yang baik. lebih baik kita meminta mereka dengan sopan untu tidak melanggar aturan. Bisa juga dengan memasang rambu-rambu dan aturan yang jelas terlebih dahulu. Dalam kasus antrian, memberi nomor antrian bisa menghindari pelanggan ini menyerobot antrian.
Suka beragumen
Ada tipe pelanggan yang senang berdebat. Berargumentasi di acara debat mungkin baik, tapi berargumentasi di tempat layanan bisa mengganggu orang lain dan menghabiskan waktu kita. Mereka juga bisanya marah jika kita tidak memberi argumentasi yang baik untuk mereka. Kalau ada mesin ATM rusak, mereka langsung menumpahkan kekesalana dengan berteriak-teriak agar didengar oleh pelanggan lain. Tidak ada yang benar di mata pelanggan semacam ini. Mereka mudah mencari-cari alasan untuk mengatakan bahwa pelayanan kita kurang baik.
Menghadapi pelanggan semacam ini ada baiknya menarik si pelanggan dari kerumunan. Beri mereka pelayanan yang sifatnya personal dan lakukan hubungan yang bersifat pribadi dengan pelanggan semacam ini.
Pengganggu
Pelanggan
Pelanggan seperti ini suka mengganggu pelanggan lain. Misalnya di bioskop pelanggan seperti ini mengobrol dengan keras sehingga mengganggu pelanggan lain. Kadang-kadang ada yang suka menaruh kaki mereka di atas kursi sehingga mengganggu pemandangan. termasuk dalma tipe ini juga pelanggan yang suka ribut dengan pelanggan lain karena hal-hal kecil.
Menghadapi pelanggan seperti ini, campur tangan pegawai sangat dieprlukan. tidak hanya itu, keputusan yang adil juga harus dilakukan agar tidak ada pihak yang merasa tersinggung
Vandalis (Perusak)
Pelanggan tipe ini senang merusak barang-barang milik umum. Misalnya saja dengan sengaja mengecat atm dengan cat semprot atau menggambari dinding kamar mandi di kantor Anda dengan gambar yang tidak senonoh. Karena biasnaya tipe perusak ini bekerja secara sembunyi-sembunyi maka mau tidak mau kita harus menerapkan tindakan-tindakan pencegahan dan kontrol ayng baik. Tentu saj akalau ketahuan kita perlu menegakan hukuman karena tipe pelanggan ini juga bukan pelanggan yang baik bagi kita di masa depan.
Dengan mengetahui tipe-tipe jaycustomer kita bisa memiliki cara mengatasi. Ingat, pengaruh dari Jaycustomer ini jangan dianggap enteng karena bisa mempengaruhi kualita pelayanan yang kita berikan. Contohnya, kita bisa ikut marah jika ada pelanggan yang snenag berdebat. Mencegah termasuk mencegah diri kita untuk tidak emosi adalah solusi terbaik sebelum apa yang mereka lakukan menjadi bencana untuk kita smeua.
Sumber :
Service Excellent 04/I/Juli-Agustus 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar